Sabtu, 02 Februari 2013

ANATOMI PELVIS

Panggul terdiri atas
1. Bagian keras yang dibentuk oleh tulang
2. Bagian yang lunak dibentuk oleh otot – oto dan ligamentum
Tulang panggul terdiri atas empat tulang
2 tulang pangkal paha (ossa coxae) :
1 tulang kelangkang (os sacrum)
1 tulang tungging (os coccygis)
¢  Tulang usus (os ilium)
¢  Tulang duduk (os ischium)
¢  Tulang kemaluan (os pubis)
¢  Tulang kelangkang (os sacrum)
¢  Tulang tungging (os coxigis)
Menentukan ukuran panggul :
¢  Klinik (pelvimetri klinik)
                Pada panggul yang normal promontorium (CV> 11,5 cm) tidak dapat diraba dengan pemeriksaan dalam karena konjugata diagonalis cukup panjang. Sedangkan pada panggul yang sempit promotorium dapat diraba.
¢  Rontgen pelvimetri
¢  Ukuran terbesar kepala sudah melewati pintu atas panggul
1. Pemeriksaan luar: Leopold IV divergen
2. Pemeriksaan dalam:
Jarak bidang pintu atas panggul sampai spina iskhiadika adalah 5 cm, jarak bidang biparietal adalah 3-4 cm. Maka jika bagian terendah kepala sudah mencapai spina iskhiadika atau lebih rendah, berarti ukuran terbesar kepala sudah melewati pintu atas panggul.
Bidang-bidang panggul:
¢  Bidang Hodge I : dibentuk pada lingkaran PAP dengan bagian atas symphisis
¢  Bidang Hodge II : sejajar dengan Hodge I setinggi pinggir bawah symphisis.
¢  Bidang Hodge III : sejajar Hodge I dan II setinggi spina ischiadika kanan dan kiri.
¢  Bidang Hodge IV : sejajar Hodge I, II dan III setinggi os coccygi
Siklus hormonal
¢  Hormon  adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel
¢  Hormon juga merupakan kunci utama penggerak tubuh dan alam pikiran Anda. Hormon memainkan peran yang penting saat Anda hamil, saat Anda merasa bahagia, sedih
¢  Hormon mengatur pergerakan sel-sel dalam tubuh kita dan ia berfluktuasi seiring dengan pertambahan usia dan apa yang terjadi pada usia tersebut
menstruasi
¢  Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga anda menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun). Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 – 7 hari.
¢  Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium.
¢  Hormone estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormone estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.
¢  Ketika sel telur telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut dengan Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi. Jika pada saat ini, sperma yang sehat masuk kedalam tuba falopi tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi
¢  Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi, mencapai rahim dan pada akhirnya “menanamkan diri” didalam rahim. Kemudian, sel telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG)
¢  Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium akan meluruh dan terjadinya proses menstruasi berikutnya 

Konsepsi
¢  Ovum adalah sel reprodukdi (gamet) yang dihasilkan oleh ovarium, ukuran 0,2mm mengandung sel telur
¢  Spermatogenesis : proses pembentukan sel kelamin jantan (sperma) terjadi setelah pria mengalami pubertas        testis
¢  Sperma terdiri dari kepala, badan dan ekor
¢  Fertilisasi adalah penembusan ovum oleh spermatozoa dan mengakibatkan penyatuan nucleus sperma dan nucleus ovum untuk menghasilkan zigot
¢  Pada saat fertilisasi kepala sperma menembus dinding sel telur kemudian membelah mitosis menjadi 32 sel (morula)        berkembang menjadi blastula      bagiab blastula akan membentuk janin      pada hari ke 4-5 blastula bergerak ke uterus dan melakukan implantasi di uterus       pada hari ke-6 menjadi embrio      membentuk susunan syaraf, hidung, mata, kulit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar