Rabu, 29 Mei 2013

ASKEB KB SUNTIK


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Dasar pelaksanaan program KB di Indonesia yaitu UU No 10 Tahun 1992 “ perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera “ program KB ada di Indonesia karena pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi untuk membangun dan menciptakan keluarga yang sejahtera, dan untuk menjarangkan jarak kelahiran .
Kontrasepsi KB suntik kombinasi 1 bulan banyak digunakan di negara- negara Amerika Latin dan RRC, sediaan yang sudah beredar pada saat ini ada 2 yaitu :
1.      Cycloprovera
a.       kombinasi 25 mg DMPA dan 5 mg estradiol cypionate
b.      saat ini di Indonesia telah tersedia kontrasepsi suntikan 1 bulan, dengan nama dagang Cyclofem , dalam kemasan o,5 ml suspensi aqueous steril yang berisi 25 mg Medroxyprogesteron asetat + 5 mg estradiol cypionate
2.      HRP102 ( Human Reproduction Program dari WHO )
a.       kombinasi 50 mg NET EN dan 5 mg estradiol valerate.
b.      Sekarang telah tersedia dengan nama dagang Mesigyna di negara Mexico, Argentina dan Brazil.

Menurut WHO kedua sediaan tersebut sangat efektif, ditemukan hanya satu kehamilan pada 655 wanita per tahun untuk cyclopovera dan 4 kehamilan pada 648 wanita pertahun untuk HRP102, tetapi mungkin 2 wanita sudah hamil pada saat suntik untuk pertama kalinya, perdarahan seperti siklus haid yang normal, efek samping ringan antara lain berat badan bertambah sedikit, setelah suntikan dihentikan mungkin terjadi sedikit keterlambatan dalam pengembalian kesuburan. 
Efektivitas kontrasepsi suntik adalah antara 99% dan 100% dalam mencegah kehamilan. Kontrasepsi suntik adalah bentuk kontrasepsi yang sangat efektif karena angka kegagalan penggunaannya lebih kecil. Hal ini katena wanita tidak perlu mengingat untuk meminum pil dan tidak ada penurunan efektivitas yang disebabkan oleh diare atau muntah.

B.     Tujuan
Tujuan Umum
Mahasiswa diharapkan mampu memahami tentang Asuhan Kebidanan pada KB suntik 1 bulan

Tujuan Khusus
·         Mahasiswa mampu melakukan pengkajian pada pasien dengan benar.
·         Mahasiswa mampu melakukan interpretasi dat pada pasien denagn benar.
·         Mahasiswa mmapu menatalaksanakan segala asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu dengan alat kontrasepsi KB suntuk 1 bulan
·         Mahasiswa mengerti dan memahami alat kontrasepsi KB suntik 1 bulan















BAB II
KB SUNTIK

A.    Suntikan Kombinasi
Jenis suntikan kombinasi adalah 25 Mg depo medroksiprogesteon asetat 5 Mg estradiol sipionat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali (cyclofem), dan 50 Mg noretindron enantat dan 5 Mg estradiol valerat yang diberikan injeksi I.M. sebulan sekali.

Cara kerja
1.      Menekan ovulasi
2.      Membuat lendir servik menjadi kental sehingga penetrasi sperma terganggu
3.      Perubahan pada endometrium (atrofi) sehingga implantasi terganggu
4.      Menghambat transportasi gamet oleh tuba

Efektivitas
Sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan.

Keuntungan Kontrasepsi
·         Resiko terhadap kesehatan kecil
·         Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
·         Tidak diperlukan pemeriksaan dalam
·         Jangka panjang
·         Efek samping sangat kecil
·         Klien tidak perlu menyimpan obat suntik

Keuntungan non Kontrasepsi
·         Mengurangi jumlah perdarahan
·         Mengurangi nyeri saat haid
·         Mencegah anemia
·         Khasiat pencegahan terhadap kanker ovarium dan kanker endometium
·         Mengurangi penyakit payudara jinak dan kista ovarium
·         Mencegah kehamilan ektopik
·         Melindungi klien dari jenis-jenis tertentu penyakit radang panggul
·         Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada perempuan usia perimenopause

Kerugian
·         Terjadi perubahan pada pola haid, seperti tidak teratur, perdarahan bercak atau spotting atau perdarahan sela sampai 10 hari
·         Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan ke-2 atau ke-3
·         Ketergantungan klien terhadap pelayan kesehatan. Klien harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan
·         Efektifitasnya berkurang bila digunakan bersamaan dengan obat-obat epilepsi (fenitoin dan barbiturat) atau obat tuber kolosis (rifampisin)
·         Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke, bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati
·         Penambahan berat badan
·         Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV
·         Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian

Efek Samping dari Kontrasepsi Kombinasi
Amenorca
Penanggulangannya
Singkirkan kehamilan, bila tidak terjadi kehamilan, dan tidak perlu diberi pengobatan khusus. Jelaskan bahwa darah haid tidak berkumpul dalam rahim. Anjurkan klien untuk kembali ke klinik bila tidak datangnya haid masih menjadi masalah. Bila klien hamil, rujuk klien. Hentikan penyuntikan, dan jelaskan bahwa hormon progestin dan setrogen sedikit sekali pengaruhnya pada janin.

Mual/ Pusing/Muntah
Penanggulangannya
Pastikan tidak ada kehamilan. Bila hamil rujuk. Bila tidak hamil, informasikan bahwa hal ini adalah hal biasa dan akan hilang dalam waktu dekat.

Perdarahan/Perdarahan Bercak/ Spotting
Penanggulangannya
Bila hamil, rujuk. Bila tidak hamil cari penyebab perdarahan yang lain. Jelaskan bahwa perdarahan yang terjadi merupakan hal biasa. Bila perdarahan berlanjut dan mngkhawatirkan klien, metode kontrasepsi lain perlu dicari.

B.     Kontrasepsi Suntikan Progestin
Tersedia dua jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin, yaitu:
·         Depo medroksiprogesteron asetat (DMPA), mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intrasmuskular (di daerah bokong).
·         Depo nerotisteron enantat (Depo Nuristerat), yang mengandung 200 mg noretindon enantat, diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intrasmuskular

Efektifitas
Kedua kontrasepsi tersebut memiliki efektifitas yang tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan-tahun, asal penyuntikannya dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan.



Cara Kerja
·         Mencegah ovulasi
·         Mengentalkan lendir servik sehingga menurunkan kemampuan pentrasi sperma
·         Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrofi
·         Menghambat transportasi gamet oleh tuba

Keuntungan
·         Sangat efektif
·         Pencegahan kehamilan jangka panjang
·         Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
·         Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah
·         Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
·         Sedikit efek samping
·         Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
·         Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause
·         Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
·         Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara
·         Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
·         Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sickle cell)

Kerugian
·         Sering ditemukan gangguan haid, seperti:
-          Siklus haid yang memendek atau memanjang
-          Perdarahan yang banyak atau sedikit
-          Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak (spotting)
-          Tidak haid sama sekali
·         Klien sangat tergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntikan)
·         Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikut
·         Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
·         Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B virus, atau infeksi virus HIV
·         Terlambatnya kembali kesuburan setelag penghentian pemakaian
·         Terlambatnya kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan/ kelainan pada organ genitalia, melainkan karena sebelum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya (tempat suntikan)
·         Terjadinya perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang
·         Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (desintas)
·         Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, nervositas, jerawat.

Efek Samping dan Cara Penanggulangan
·         Aminorea (tidak terjadi perdarahan/ spotting)
Ø  Bila tidak hamil, pengobatan apapun tidak perlu, jelaskan bahwa darah haid tidak terkumpul dalam rahim, nasehat untuk kembali ke klinik.
Ø  Bila telah terjadi kehamilan, rujuk klien. Hentikan penyuntikan, jelaskan bahwa hormon progestin tidak akan menimbulkan kelainan pada janin.
Ø  Bila terjadi kehamilan ektopik, rujuk klien segera.
Ø  Jangan berikan terapi hormonal untuk menimbulkan perdarahan, karena tidak akan berhasil. Tunggu 3-6 bulan kemudian, bila terjadi perdarahan juga, rujuk ke klinik.
·         Perdarahan / perdarahan bercak (spotting)
Ø  Informasikan bahwa perdarahan ringan sering dijumpai, tetapi hal ini bukanlah masalah serius, dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Bila klien tidak dapat menerima perdarahan tersebut dan ingin melanjutkan suntikan, maka dapat disarankan 2 pilihan pengobatan.
Ø  1 siklus pil kontrasepsi kombinasi (30-35 mg etinilestradiol), ibuprofen (sampai 800 mg, 3x/hari untuk 5 hari). Atau obat sejenis lain. Jelaskan bahwa selesai pemberian pil kontrasepsi kombinasi dapat terjadi perdarahan. Bila terjadi perdarahan banyak selama pemberian suntikan ditangani dengan pemberian 2 tablet pil kontrasepsi kombinasi/hari selama 3-7 hari, dilanjutkan dengan 1 siklus pil kontrasepsi hormonal, atau diberi 50 mg etinilestradiol atau 1,25 mg astrogen equin konjugasi untuk 14-21 hari.
·         Meningkatnya/ menurunnya berat badan
Informasikan bahwa kenaikan /penurunan berat badan sebanyak 1-2 kg dapat saja terjadi. Perhatikan diet klien perubahan berat badan terlalu mencolok. Bila berat badan berlebihan, hentikan dan anjurkan metod ekontrasepsi lain.

















ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny. C USIA 25 TAHUN  AKSEPTOR KB SUNTIK KOMBINASI 1 BULAN (CYCLOFEM) KUNJUNGAN ULANG DI BPS ..........

Tanggal Masuk            : 19-04-2009
Pukul                           : 16.20 WIB
No. MR                       : 12/04
No. Target                   :

I.   PENGKAJIAN               19-04-2009/16.20 WIB
A.    Anamnesa                 
1.      Identitas               Istri                                       Suami
Nama                  : Ny. C                                                Tn. D              
Umur                  : 25 th                                      27 th
Agama                : Islam                                     Islam
Suku/Bangsa      : Jawa/Indonesia                     Jawa/Indonesia
Pendidikan         : SMA                                     SMA
Pekerjaan            : IRT                                        Swasta
Alamat               : Bansari                                  Bansari
2.      Alasan Datang ke BPS
Ibu mengatakan ingin KB suntik 1 bulan kunjungan ulang, dan pada kartu akseptor tercantum kunjungan ulang tgl 19 Mei 2009.
Keluhan : tidak ada
3.      Status Peserta KB
Akseptor lama
4.      Riwayat Menstruasi
Menarche pada umur 13 tahun, lama haid 6-7  hari, siklus 28 hari teratur, (3 kali ganti pembalut), dismenorhoe tidak ada, fluor albus tidak ada .
Riwayat menstruasi selama menggunakan KB suntik 1 bulan. Lama haid 5-6 hari, siklus 28 hari teratur ( 3 kali ganti pembalut ), disminorhae tida ada, flour albus tidak ada.
5.      Riwayat Perkawinan
Ini adalah pernikahan ibu yang pertama, menikah sejak berumur 22 tahun, lama pernikahan 3 tahun, status sah.
6.      Riwayat Obstetri   P1   Ab0   Ah0

No
Tahun
Jenis Persalinan
Penolong
Tempat
H/M
JK
BBLahir
Komplikasi
Ket
1
2006
Spontan
Bidan
BPS
H
L
3000 gr
-
-

                                                    
7.      Riwayat Kontrasepsi
No
Pasang
Lepas
keterangan
Jenis
Tanggal
Oleh
Di
Tanggal
Oleh
Di



KB suntik 1 bulan
8 April 2006
Bidan
BPS
-
-
-


8.      Riwayat Kesehatan
Riwayat penyakityang pernah diderita
Ibu mengatakan tidak mepunyai penyakit seperti hipertensi, jantung, DM, kanker payu dara, dll
Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit seperti kanker payu dara, jantung, hipertensi, TBC, dll
9.      Riwayat kesehatan keluarga
Ibu mengatakan dari pihak keluarga ibu maupun suami tidak mempunyai riwayat penyakit seperti DM, kanker payu dara, jantung, hipertensi, dll



10.  Pola Kebiasaan
a.       Nutrisi saat ini
Makan, frekuensi 2-3 kali/ hari, porsi 1 piring, jenis nasi, sayur dan lauk-pauk
Minum, frekuensi 7-8 gelas/ hari, jenis air putih, teh
Makanan/ minum pantangan : tidak ada
Perubahan pola makan : ibu mengatakan selama menggunakan KB suntik pola makannya meningkat ( 3-4 x / hari, porsi 1-1/2 piring)
b.      Eliminasi
BAK :    4-5x/menit, warna kuning jernih, tidak ada keluhan
BAB :    1-2x/hari, konsistensi lunak, warna kuning, keluhan tidak ada
c.       Istirahat
Ibu mengatakan tidur siang ± 1-2 jam, malam 7 jam,
 Keluhan tidak ada.
d.      Aktivitas
Pekerjaan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga,kegiatan/ aktivitas  mencuci, memasak, dan menyapu, dan lain-lain.
e.       Kebersihan
Kebersihan badan/ kulit cukup bersih
f.       Hubungan seksual
Ibu mengatakan melakukan hubungan sexual rata-rata 2 kali/minggu,
Keluhan : tidak ada
11.  Riwayat
a.       Psikososial
Hubungan pasien dengan suami dan keluarga baik
Pengambil keputusan di dalam keluarga adalah suami
Keadaan ibu sekarang baik

b.      Spiritual
Ibu mengatakan beragama Islam dan mengatakan menjalankan ibadah sholat 5 waktu. Keluhan tidak ada.
c.       Pengetahuan ibu tentang Keluarga Berencana
Ibu mengatakan sudah mengerti tentang KB suntik dan keuntungan dari KB suntik 1 bulan.

Pemeriksaan Fisik
1.      Pemeriksaan Umum
a.       Keadaan umum           : baik
b.      Kesadaran       : composmentis
c.       Vitalsign          : TD : 110/80 mmHg               N : 80x/menit
                                   S    : 36,30c                                    R : 22x/ menit
d.      TB       : 149 cm
e.       BB       : 46 kg, kunjungan lalu 45 kg
2.      Pemeriksaan khusus
a.       Inpeksi
Kepala     :    bentuk mesochepal, rambut lurus, pendek bersih, ketombe tidak ada, kelainan tidak ada, keluhan sakit kepala tidak ada
Muka       :    bentuk simetris, tidak ada odema, tidak ada cloasma gravidarum
Mata        :    bentuk simetris, konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik
Mulut       :    bibir lembab, pada mulut tidak ada  stomatitis, gigi caries
Leher       :    tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid, limfe, maupun benjolan vena jugularis
Dada        :    bentuk simetris, payudara teraba, putting susu menonjol, benjolan  tidak ada
Perut        :    pembengkakan hepar tidak ada, teraba tumor tidak ada, bekas luka operasi tidak ada
Genetalia :    tidak dilakukan pemeriksaan

Ekstremitas
Atas         :    bentuk normal/ simetris oedema tidak ada, varices tidak ada, luka tidak ada
Bawah     :    bentuk normal, oedema tidak ada, varices tidak ada, luka tidak ada
Keluhan/
Kelainan  :    tidak ada
b.      Perkusi
Reflek pattela kanan positif, kiri positif
3.      Pemeriksaan Penunjang (tidak dilakukan)

II. INTERPRETASI DATA
            Diagnosa Kebidanan:
            Seorang wanita usia reproduksi sehat akseptor KB suntik kombinasi 1 bulan (  Cyclofem ) kunjungan ulang.
Data Dasar:
1.      Data subyektif
-          Ibu mengatakan berusia 25 tahun
-          Ibu mengatakan ingin KB suntik 1bulan kunjungan ulang
Data obyektif
-          Keadaan umum           : baik
-          Kesadaran       : composmentis
-          TB       : 149 cm
-          BB       : 46 kg, kunjungan lalu 45 kg, penambahan BB 1 kg.
-          Pada kartu akseptor tertera tanggal kunjungan ulang : 19 April 2009
                             
III. DIAGNOSA POTENSIAL
            Tidak ada

IV. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA
            Tidak ada

V. PERENCANAAN                       19-04-2009/16.30 WIB
1.      Jelaskan hasil pemeriksa
2.      Berikan KIE tentang efek samping KB suntik 1 bulan
3.      berikan informed concent
4.      Berikan suntikan cyclofem secara IM di musculus gluteus maksimus dengan tehnik penyuntikan yang benar
5.      Beri KIE pasca penyuntikan
6.      Beri tahu tanggal suntikan kunjungan ulang berikutnya
7.      Lakukan pendokumentasian

VI. PELAKSANAAN          tanggal : 19 April 2009           jam : 16.35 Wib
1.      Menjelaskan hasil pemeriksaan bahwa keadaan ibu baik
2.      Menjelaskan efek samping KB suntik 1 bulan pada ibu yaitu aminorhae, mual muntah, spooting, peningkatan berat badan.
3.      Memberikan inform consent
4.      Berikan suntikan Cyclofem secara IM pada muskulus gluteus maksimus dengan teknik penyuntikan yang benar.
a.       Persiapan alat
-          Sarung tangan, spuit 5 cc, obat KB suntik (Cyclofem) kapas alkohol (kapas kering) bengkok, tempat sampah benda tajam (sampah medis)
b.      Persiapan ruangan
-          Tempat tidur, ruangan yang nyaman, tenang dan rapi
c.       Pelaksanaan
-          Mempersilahkan ibu tidur dengan posisi badan miring
-          Cuci tangan, pakai sarung tangan
-          Melihat jenis obat dan tanggal kadaluarsa obat
-          Mengocok dengan baik botol obat Cyclofem sampai obat tercampur dan tidak ada buih
-          Buka penutup plastik atau logam tanpa menyentuh penutup karet
-          Buka kemasan spuit tanpa terkontaminasi
-          Kencangkan jarum suntik pada spuit
-          Tusuk jarum suntik pada spuit
-          Tusuk jarum suntik ke dalam vial melalui penutup karet dan masukkan seluruh cairan ke dalam tabung spuit, lalu ganti jarum yang satu untuk suntikan.
-          Pegang spuit dengan jarum suntik mengarah ke atas keluarkan udara yangterdapat dalam tabung spuit
-          Buka sedikit pakaian bawah ibu, kemudian antisepsis daerah yang akan disuntik dengan kapas alkohol (kapas kering)
-          Tusuk jarum secara IM pada otot glubelus maksimus kuadran luar pada bokong
-          Lakukan aspirasi untuk memastikan titik masuk pembuluh darah
-          Apabila tidak ada darah saat aspirasi suntikan depo provera seluruhnya secara perlahan-lahan
-          Cabut jarum suntik, tekan bekas suntikan dengan kapas tetapi jangan dimasase
-          Buang spuit pada tempat sampah benda tajan (sampah medis)
-          Cuci tangan dan keringkan dengan handuk kering
-          Merapikan pasien, bereskan obat-obat
-          Dokumentasi tindakan.

5.      Memberikan KIE pasca penyuntikan
-          Jangan dimasase daerah bekas penyuntikan, karena akan mengurangi efektifitas obat dan akan menimbulkan bengkak pada daerah bekas penyuntikan.
-          Bila terjadi mual muntah yang berlebih dan terjadi perdarahan banyak maka ibu disarankan untuk segera periksa ketenaga kesehatan
6.      Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang pada tanggal 12 Mei 2009 dan apabila sewaktu-waktu ada keluhan.
7.      Melakukan pendokumentasian di buku KB /kartu KB

VII. EVALUASI
1.      Ibu telah mengerti hasil pemeriksaan bahwa keadaanya baik.
2.      Ibu mengerti tentang efek samping KB suntik 1 bulan
3.      Telah dilakukan inform consent
4.      Telah dilakukan penyuntikan Cyclofem dengan langkah-langkah penyuntikan yang benar dan sesuai
5.      Ibu mengerti tentang  saran pasca penyuntikan
6.      Ibu bersedia kunjungan ulang tanggal 12 Mei 2009 dan bila ada keluhan
7.      Telah dilakukan pendokumentasian.

















BAB IV
PEMBAHASAN

            KB suntik 1 bulan (cyclofem) diberikan pada wanita usia reproduksi sehat, diberikan secara IM pada muskulus glutekis. Biasanya bagi wanita yang menggunakan KB suntik 1 bulan ini, penambahan berat badan aminorhoe, spooting, dan pada pemakaian awal biasanya terjadi mual, perdarahan berupa bercak dianatara masa haid, sakit kepala dan nyeri payudara.
            KB 1 bulan ini sangat efektif karena tidak perlu memakai alat kontrasepsi tiap hari, dan hanya digunakan tiap 1 bulan sekali. Efektifitas dari KB suntik adalah 99%. Dari pengamatan kami selama praktek di BPS Susi Kuwadi ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan teori yang ada di buku mengenai cara pemberian KB suntik, seperti:
1.      Pada saat akan melakukan suntikan KB tidak menggunakan sarung tangan padahal sesuai teori setiap akan melakukan tindakan harus menggunakan sarung tangan.
2.      Pada saat akan melakukan tindakan tidak cuci tangan padahal sesuai teori sebelum melakukan tindkan harus cuci tangan.
3.      Tabung Spuit yang digunakan untuk injeksi KB suntik tidak diganti (dipakai 1 tabung spuit untuk banyak orang) hanya jarum suntiknya yang diganti. Padahal pada teori setiap melakukan injeksi harus 1 spuit, 1 jarum untuk 1 orang lalu dibuang.









BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
KB suntik 1 bulan (suntikan kombinasi) adalah 25 Mg depo medioksiprogestion asetat, 5 Mg estradiol sipinoot yang diberikan injeksi IM. Sebulan sekali (cyclofem) dan 50 Mg noretindron enantat dan 5 Mg valerat yang diberikan injeksi IM sebulan sekali.
Mempunyai efektifitas (0,1 – 0,4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan. Kb suntik ini diberikan secara IM pada muskulus gluteus. KB suntik ini mempunyai efek samping yaitu penambahan berat badan, spooting, dan pad penambahan pertama biasanya mual, terjadi perdarahan berupa bercak diantara masa haid, sakit kepala dan nyeri pada payudara.

B.     Saran
1.      Bagi tenaga kesehatan
a.       Diharapkan bagi tenaga kesehatan, sebelum melakukan tindakan sebaiknya cuci tangan dan memakai sarung tangan.
b.      Diharapkan bagi tenaga kesehatan, bila melakukan penyuntikan harus menggunakan spuit disposibel.
c.       Diharapkan bagi tenaga kesehatan memberikan suntikan dengan prosedur yang benar.
2.      Bagi mahasiswa
a.       Diharapkan mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan akseptor KB suntik 1 bulan.
b.      Diharapkan mahasiswa mampu memberikan KB suntik sesuai dengan prosedur yang benar.







DAFTAR PUSTAKA

Bari Abdul, dkk. 2003. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Tridasa Printer.

Dr. Hartono Hanafi, 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar