Rabu, 29 Mei 2013

ABORTUS IMMENEN


ABORTUS  IMMINENS
 Pengertian
Abortus adalah keadaan terputusnya suatu kehamilan dimana fetus belum sanggup hidup sendiri di luar uterus. Belum sanggup diartikan apabila fetus itu beratnya antara 400 sampai 1000 gram, atau usia kehamilan kurang dari 28 minggu. (Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Nasional Maternal dan Neonatal, 2002).
Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum kehamilan berusia 22 minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan.(Sarwono, 2002).
Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. (Mochtar, R., 2006)
Abortus spontan adalah abortus yang terjadi yang tidak didahului factor-faktor mekanis atau medisinalis, semata-mata disebabkan alamiah ( Mochtar R, 2006 : 211)
Abortus imminen adalah perdarahan bercak yang menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan sauatu kehamilan. Dalam kondisi seperti ini kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan. (Syaifudin. Bari Abdul, 2002). Abortus imminen adalah perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu, tanpa tanda-tanda dilatasi serviks yang meningkat (Mansjoer, Arif M, 2007). Abortus imminen adalah pengeluaran secret pervaginam yang tampak pada paruh pertama kehamilan (William Obstetri, 2007). Abortus imminen adalah Perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu tanpa adanya tanda tanda dilatasi serviks yang mengikat.( Kapita Selekta Kedokteran, 2002:263 Abortus imminen adalah terjadi pendarahan bercak yang menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan suatu kehamilan (Pelayanan Kesehatan Material dan Neonatal, 2002).

Tanda – tanda abortus imminen :
a.       Terdapat keterlambatan datang bulan.
b.      Terdapat perdarahan, disertai perut sakit (mules).
c.       Pada pemeriksaan dijumpai besarnya rahim sama dengan umur kehamilan dan terjadi kontraksi otot rahim.
d.      Hasil pemeriksaan dalam terdapat perdarahan kanalis servikalis, kanalis servikalis masih tertutup, dapat dirasakan kontraksi otot rahim.
e.       Hasil pemeriksaan tes hamil masih positif. (Manuaba, 1998:218-219)
Penyebab keguguran sebagian tidak diketahui secara pasti tetapi terdapat beberapa faktor sebagai berikut :
1. Faktor pertumbuhan hasil konsepsi
Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menimbulkan kematian janin dan cacat bawaan yang menyebabkan hasil konsepsi dikeluarkan.Gangguan pertumbuhan dapat terjadi karena:
a.       Kelainan kromosom
Kelainan yang sering terjadi pada abortus spontan ialah: trisomi poliploidi dan kemungkinan pula kelainan kromosom seks. (Sarwono, 2002)
b.      Lingkungan kurang sempurna
Bila lingkungan di endometrium di sekitar tempat implantasi kurang sempurna, sehingga pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi terganggu.
c.       Pengaruh dari luar
Radiasi, virus, obat-obatan dan sebagainya dapat mempengaruhi baik hasil konsepsi maupun lingkungan hidupnya dalam uterus.
Pengaruh ini umumnya dinamakan pengaruh teratogen. (Sarwono, 2002)

2.      Kelainan pada placenta
Endarteritis dapat terjadi dalam vili koriales dan menyebabkan oksigenasi placenta terganggu, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kematian janin.Keadaan ini bisa terjadi sejak kehamilan muda misalnya karena hipertensi menahun. (Sarwono, 2002:303). Gangguan pembuluh darah placenta, di antaranya pada DM. (Manuaba, 1998:215)
3.      Penyakit ibu
Penyakit mendadak seperti pneumonia, tifus abdominalis, pielonefritis, malaria dan lain-lain dapat menyebabkan abortus toxin, virus dan plasmodium dapat melalui placenta masuk ke janin, sehingga menyebabkan kematian janin kemudian terjadilah abortus. Anemia berat, keracunan, laparatomi, peritonis umum dan penyakit menahun seperti brusellosis, mononukleosis, toksoplasmosis juga dapat menyebabkan abortus walaupun lebih jarang. (Sarwono, 2002)
4.      Kelainan tractus genitalis
Retroversio uteri, mioma uteri atau kelainan bawaan uterus dapat menyebabkan abortus.Tetapi harus diingat bahwa retroversio uteri gravidi inkarserata atau mioma submukosa yang memegang peranan penting.
Sebab lain abortus dalam trimester II ialah servik inkompeten yang dapat disebabkan oleh kelemahan bawaan pada servik, dilatasi berlebihan, amputasi atau robekan servik luas yang tidak dijahit. (Sarwono, 2002)
Penanganan spesifik abortus imminens
a.       Bedrest (Tidak diperlukan pengobatan medis yang khusus atau tirah baring secara total).
b.      Anjurkan untuk tidak melakukan aktivitas secara berlebihan atau melakukan hubungan seksual.
c.        Observasi perdarahan (Acuan Nasional, 2002:140-151)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar