Rabu, 05 Juni 2013

KB (KELUARGA BERENCANA)


a.    Pengertian keluarga berencana
Adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami isteri untuk mendapatkan obyektif-obyektif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval di antara kelahiran, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan suami isteri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga (WHO [World Health Organization] Expert Commite, 1970).


b.   Manfaat keluarga berencana terhadap kesehatan :
1)         Untuk ibu
Dengan jalan mengatur jumlah dan jarak kelahiran, ibu mendapat manfaat berupa:
a)    Perbaikan kesehatan dengan jalan mencegah kehamilan yang berulang kali dalam waktu yang terlalu pendek dan mencegah keguguran yang menyebabkan kurang darah, mudah terserang penyakit infeksi dan kelelahan.
b)   Peningkatan kesehatan mental dan social yang dimungkinkan oleh adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anaknya yang lain, untuk istirahat, menikmati waktu luang serta dapat melakukan kegiatan lainnya.
2)         Untuk anak yang dilahirkan
a)   Tumbuh secara wajar karena ibu yang mengandungnya dalam keadaan sehat.
b)   Sesudah lahir, akan mendapat pemeliharaan dan makan yang cukup karena kelahirannya memang diharapkan.
3)         Untuk anak-anak yang lain
Memberi kesempatan mereka untuk:
a)   Perkembangan fisik yang lebih baik, karena setiap anak memperoleh makanan yang cukup dari sumber yang tersedia dalam keluarga.
b)   Perkembangan mental dan sosial yang lebih baik, dan waktu yang lebih banyak diberikan oleh ibu untuk setiap anak.
c)   Perencanaan kesempatan pendidikan yang lebih baik karena sumber-sumber pendapatan keluarga tidak habis hanya untuk mempertahankan hidup saja.
4)         Untuk ayah
Memberikan kesempatan pada ayah untuk:
a)   Meningkatkan kesehatan fisiknya
b)   Memperbaiki kesehatan mental dan social karena berkurangnya kecemasan dan mempunyai lebih banyak waktu luang keluarga.
5)         Untuk seluruh keluarga
Meningkatkan kesehatan fisik, mental dan social dari setiap anggota keluarga.
6)         Untuk bangsa dan Negara
a)   Meningkatkan derajat kdan kesejahteraan ibu, anak keluarga serta bangsa pada umumnya.
b)   Meningkatkan taraf hidup rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran sehingga pertumbuhan penduduk sebanding dengan peningkatan produksi.
c)   Jenis konsentrasi yang dapat digunakan selama masa subur.



1.                Tinjauan Tentang Kontrasepsi
a.    Pengertian Kontrasepsi
Kontrasepsi atau arti konsepsi (conception control) adalah cara untuk mencegah terjadinya konsepsi, berupa alat atau obat-obatan. Sedangkan konsepsi atau pembuahan (fertilisasi) adalah terjadinya pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma). (Mochtar, 1998)
Tujuan kontrasepsi adalah tindakan yang membantu individu pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif-objektif tertentu, menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kehamilan yang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri, dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. (Hartanto, 2004)
b.   Macam-Macam Alat Kontrasepsi
Menurut Januar (2000), secara garis besar alat kontrasepsi digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :
1)                     Kontrasepsi Sederhana
a)   Senggama terputus, yaitu pria mengeluarkan alat kelaminnya (penis) dari vagina sebelum ejakulasi.

 
Keuntungan: murah, tidak menggunakan zat-zat kimia, selalu tersedia setiap saat, tidak mempunyai efek samping.
Kerugian: angka kegagalukup tinggi, kenikmatan seksual berkurang sehingga dapat mempengaruhi kehidupan perkawinan.
b)   Pantang berkala, yaitu tidak melakukan senggama pada saat masa subur.
prinsip patang berkala dipakai 3 patokan, yaitu :
                                                              i.     Ovulasi terjadi 14 hari (kurang lebih 2 hari) sebelum haid yang akan dating
                                                            ii.     Sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi
                                                          iii.                              Ovum dapat hidup 24jam setelah evolusi.
Keuntungan : aman, murah, dapat diterima oleh banyak golongan agama, bermanfaat baik untuk merencanakan maupun menghindari terjadinya kehamilan, dapat mengetahui tentang siklus haid, tanggung jawab berdua sehingga dapat menambah komunikasi.
Kerugian: kurang efektif dibanding kontrasepsi lain, perlu konseling sebelumnya memerlukan catatan siklus haid yang cukup, dapat menghambat spontanitas seksual, stress psikologi, bila siklus haid tidak teratur dapat mempersulit, bila terjadi kehamilan, ada resiko bahwa ovum atau spermatozoa sudah “terlalu tua”.
Efek samping: pantang berkala yang terlalu lama dapat menimbulkan frustasi bagi suami isteri.
c)   Kondom, yaitu sarung karet yang dipasang pada penis saat melakukan hubungan seksual.
Dasar : menghalangi masuknya spermatozoa kedalam traktus genetalia interna wanita.
Keuntungan : dapat mencegah kehamilan, member perlindungan terhadap penyakit akibat hubungan seksual, murah dapat diandalkan, reversible, tidak memerlukan pemerikasaan medis.
Kerugian : angka kegagalan relative tinggi, perlu menghentika sementara aktifitas dan spontanitas hubungan seksual guna memasang kondom, perlu dipakai secara terus menerus setiap senggama.
Efek samping : berkurangnya sensitifitas glans penis dan alergi terhadap karet.
d)  Spermisid, yaitu bahan kimia yang dimasukkan ke dalam vagina untuk membunuh sperma.
Keuntungan : angka kegagalan relative tinggi, harus digunakan segera sebelum senggama, harus diletakkan dalam-dalam atau tinggi di vagina, harus diberikan berulang-ulang untuk senggama yang dilakukan berturut-turut dan dapat menimbulkan iritasi.
Efek samping : dapat terjadi reaksi alergi, suppositoria tidak meleleh atau tidak membentuk busa didalam vagina
e)   Diafragma, yaitu karet lunak berbentuk mangkok yang dipakai wanita menempel pada servik.
2)                     Kontrasepsi Sistemik
a)   Kontrasepsi Pil
Kontrasepsi oral (pil) adalah cara kontrasepsi untuk wanita berbentuk di dalam setiap strip yang berisi gabungan hormon estrogen dan progesteron atau hanya terdiri dari progesteron saja.
Macam-macam pil KB menurut kandungan hormone:
                                                          i.     Pil Kombinasi
Pil kombinasi yang mengandung hormone sintetik estrogen dan progesteron.
Efek samping: dapat timbul acne/kulit berminyak, amenore/tidak haid, perdarahan bercak, payudara terasa nyeri, depresi, gangguan penglihatan, kehamilan dan kelainan janin, sakit kepala, hipertensi, mual berat badan bertambah.
                                                        ii.     Pil progestin (pil mini)
Berupa pil yang mengandung progesteron sintetik dengan dosis rendah.
Efek samping: terjadi perdarahan bercak/spotting, lama dan volume darah haid dapat berubah, panjang siklus bervariasi, jarang terjadi dismenore dan mengurangi ketegangan pra-haid.
Keuntungan mini-pil: dapat diberikan pada waktu yang menderita keadaan tromboembolik, laktasi, mungkin cocok untuk wanita dengan keluhan efek samping yang disebabkan oleh estrogen (sakit kepala, hipertensi, nyeri tingkat bawah, choasma, BB bertambah dan rasa mual).
Kerugian: kurang efektif dalam mencegah kehamilan, terjadinya perdarahan bercak, variasi dalam panjang siklus haid dan amenone.
b)   Suntik, yaitu obat pencegah kehamilan yang pemakaiannya dilakukan dengan jalan penyuntikan pada otot (intra muscular).
Pada kontrasepsi suntik terdapat dua senyawa dari golongan progesterone, yaitu:
                                                              i.     DMPA (Depot Medroxyprogesterone Astetat) = Depo  Provera diberikan sekali setiap 3 bulan dengan dosis 150 mg
                                                            ii.      NET-EN (Norethindrone Enathate) = Noristerat
Diberikan dalam dosis 200 mg sekali setiap 8 minggu untuk 3 kali suntikan pertama, selanjutnya 3 bulan sekali.
Kelebihan: kontrasepsi suntik sekali sebulan: menimbulkan perdarahan teratur setiap bulan, kurang menimbulkan perdarahan bercak, kurang menimbulkan amenore, efek samping lebih cepat menghilang setelah suntikan dihentikan.
Kekurangan: penyuntikan lebih sering, biaya keseluruhan lebih tinggi, kemungkinan efek samping karena estrogennya.
Efek samping kontrasepsi sekali sebulan: gangguan haid, berat badan bertambah, sakit kepala, pada system kardio-vaskuler efeknya sangat sedikit dan tidak ada efek terhadap lasktasi.
c)   Implant/AKBK(Alat Kontrasepsi Bawah Kulit), yaitu alat kontrasepsi yang dipasang pada lengan di bawah kulit dengan teknik bedah kecil. Macamnya antara lain :
                                                          i.     Norplant (6”kapsul”), berisi hormone levonorgestrel, daya kerja 5 tahun.
                                                        ii.     Norplant-2 (2 batang), berisi levonorgestrel, daya kerja 3  tahun.
                                                      iii.     Implanon, implant satu batang dengan panjang 4 cm, terdiri dari suatu inti EVA (Ethylene Vinyl Acetat) brisi 60 mg, dayakerja 2-3 tahun.
Keuntungan Norplant : efektifitas, tinggi, setelah dipasang tidak perlu melakukan apa-apa sampai saat pengeluaran, jangka waktu pemakaian lama, tidak mengandung estrogen, efek samping kontrasepsi segera berhasil setelah implantnya dikeluarkan, dapat membantu mencegah anemia.
Kekurangan Norplant : pengeluaran harus dilakukan oleh tenaga terlatih, lebih mahal, sering timbul perubahan pola haid, akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendak sendiri, implant dapat terlihat oleh orang lain.
Efek samping implant : terjadi perubahan pola haid, timbul perdarahan bercak, bekurangnya panjang siklus haid Amenore.
d)  AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) atau IUD (Intra Uterin Device), yaitu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rongga rahim wanita.
IUD ada 2 macam yaitu ada yang mengandung logam dan ada yang mengandung hormon progesterone atau levonorgestrel.
Keuntungan Cu IUD : ekspulsi lebih jarang, kehilangan darah lebih sedikit, dapat lebih ditolerir oleh wanita yang belum punya anak atau wanita dengan paritas rendah, ukuran tabung insersi lebih kecil.
Kerugian Cu IUD yang mengandung hormone : jauh lebih mahal daripada Cu IUD, harus diganti setelah 18 bulan, lebih sering menimbulkan pendarahan mid-siklus dan pendarahan bercak/spotting. Insiden kehamilan ektopik lebih tinggi.
Efek samping : pada saat insersi dapat itmbul rasa sakit dan pendarahan, IUD tertanam dalam endometrium atau mymetrium dan infeksi.
e)   Kontrasepsi Mantap
                                                          i.     Tubektomi (Sterilisasi pada wanita)
Pengertian : adalah suatu tindakan operapasi kecil dengan cara mengikat dan memotong saluran telur (tuba) pada isteri, dengan demikian telur dari ovarium tidak dapat mencapai rongga rahim, sehingga tidak terjadi pembuahan.
Keuntungan : perawatan tidak terlalu lama, hanya memerlukan anestesi local.
Efek samping : defisensi progesterone dapat mempengaruhi pola pendarahan setelah kontap-wanita.
                                                      ii.      Vasektomi (Sterilisasi pada pria)
Pengertian : adalah suatu tindakan operapasi kecil dengan cara mengikat dan memotong saluran sperma (vas deveres), dengan demikian sperma tidak dapat lewat dan air mani tidak mengandung spermatozoa, sehingga tidak terjadi pembuahan.
Keuntungan : tidak ada kematian, morbiditas (menyebabkan sakit) kecil sekali, suami tidak perlu dirawat dirumah sakit, hanya dengan anestesi local, tidak mengganggu hubungan seks selamjutnya dan juga jumlah air mani tidak berubah, biaya murah, dapat dikalukan dimana saja (tidak harus selalu dikamar operasi).
c.    Pemilihan Metode Kontrasepsi
Menurut Hartanto (2004) syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu metode kontrasepsi yang baik, yaitu :
1)         Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya
2)         Efek samping yang merugikan tidak ada
3)         Lama kerjanya dapat diatur sesuai keinginan
4)         Tidak mengganggu hubungan seksual
5)        Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol yang ketat selama pemakaiannya
6)         Cara penggunaannya sederhana
7)         Harganya murah supaya dapat dijangkau masyarakat luas
8)         Dapat diterima oleh pasangan suami istri.
Sesungguhnya belum ada kontrasepsi yang betul-betul ideal dan dapat memenuhi semua syarat-syarat tersebut di atas. Yang ada adalah kontrasepsi yang memenuhi sebagian syarat, atau hampir memenuhi syarat. Yang penting sebenarnya adalah “memakai alat kontrasepsi jauh lebih baik dari pada tidak memakai alat kontrasepsi sama sekali”. Berhasil tidaknya suatu cara bergantung kepada apakah sel mani (sperma) dapat dicegah, dilumpuhkan, dan dimatikan supaya tidak memasuki arena fertilisasi atau sel telur tidak dikeluarkan atau tidak bertemu dengan sel mani.
Hingga saat ini belumlah tersedia satu metode kontrasepsi yang benar-benar 100% ideal atau sempurna. Pengalaman menunjukkan bahwa saat ini pilihan metode kontrasepsi umumnya masih dalam bentuk kafetaria atau supermarket, dimana calon akseptor memilih sendiri metode kontrasepsi yang diinginkan. Namun demikian yang dianjurkan tentu saja yang mempunyai efektifitas tinggi, manjur, aman, murah, dan praktis. Beberapa calon akseptor akan memilih kontrasepsi yang sesuai dengan kepercayaan dan agama mereka. Tetapi sampai saat ini belum ada kontrasepsi yang sempurna dan sangat ideal bagi semua pihak.
d.   Faktor-Faktor Dalam Memilih Metode Kontrasepsi
1)         Faktor pasangan, meliputi motivasi (dukungan) dan rehabilitasi.
2)        Faktor kesehatan, meliputi kontraindikasi absolut atau relatif dari alat kontrasepsi yang dipilih.
3)        Faktor metode kontrasepsi, meliputi penerimaan dan pemakaian kontrasepsi.
Menurut Januar (2000) yang terbaik dalam memilih alat kontrasepsi adalah apabila bisa membicarakan dengan suami sehingga dapat disimpulkan siapa yang akan menjadi peserta KB dan cara yang akan dipilih.
Beberapa suami mungkin tidak menyetujui istri menjadi peserta KB karena mereka belum mengetahui dengan jelas cara kerja berbagai metode KB yang ditawarkan. Seorang suami tentu akan khawatir tentang kesehatan intri karena mungkin suami pernah mendengar cerita tentang bahaya menjadi peserta KB.
Berbagai pengetahuan tentang KB dapat membantu suami untuk lebih menyadari bahwa :
a)      KB akan memberi kesempatan kepada suami untuk merawat keluarga dengan lebih baik.
b)      Menjaga jarak antar anak lebih aman bagi ibu dan anak-anaknya.
c)      KB membuat suami lebih menikmati hubungan seksualnya karena kedua pihak tidak perlu khawatir tentang kemungkinan kehamilan yang tidak direncanakan.
Bila suami tetap tidak setuju menjadi peserta KB meskipun sudah mengetahui manfaat KB maka istri harus memutuskan apakah istri sendiri yang akan menjadi peserta KB. Tetapi paling adalah baik apabila suami istri bersama sepakat untuk menentukan siapa dan cara KB mana yang akan digunakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar