Rabu, 05 Juni 2013

MAMAE (PAYUDARA)


a.       Anatomi Payudara
          Payudara atau mamae kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada, fungsinya memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, dengan berat kira-kira 200 gram yang kiri umumnya lebih besar dari yang kanan. Pada waktu hamil, payudara membesar, mencapai 400-600 gram pada waktu aterm dan waktu menyusui bisa mencapai 600-800 gram. Bentuk dan ukuran payudara akan bervariasi menurut aktivitas dan fungsionalnya (Ambarwati, 2008). Payudara mempunyai tiga bagian utama yaitu:
1)      Korpus (badan) yaitu bagian yang membesar
2)      Ariola yaitu bagian kehitaman yang ditengah
3)      Papila atau puting yaitu yang menonjol dipuncak payudara
Ada empat macam bentuk puting yaitu bentuk yang normal atau umum, pendek atau datar, panjang dan terbenam (inverted). Namun bentuk-bentuk puting ini tidak terlalu berpengaruh pada proses laktasi, yang penting adalah bahwa putting susu dan areola dapat ditarik sehingga membentuk tonjolan atau dot kedalam mulut bayi kadang dapat terjadi puting tidak lentur terutama pada bentuk puting terbenam, sehingga butuh penanganan khusus agar bayi bisa menyusui dengan baik (Ambarwati, 2008) .
b.      Fisiologi Payudara
Pada korpus mamae terdapat alveolus, yaitu unit kecil yang memproduksi susu. Alveolus terdiri dari beberapa sel acini, jaringan lemak, sel splasma, sel otot polos, dan pembuluh darah. Beberapa alveolus mengelompokan membentuk lobulus, kemudian beberapa lobulus berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI disalurkan pada alveolus kedalam saluran kecil atau duktus,  kemudian beberapa saluran kecil bergabung membentuk saluran yang lebih besar melebar dan disebut sinus laktiverus. Akhirnya semua memusat kedalam puting dan bermuara keluar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat otot polos yang bila berkontraksi memompa ASI keluar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar