Rabu, 05 Juni 2013

POLA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF


1.      Pola Pemberian ASI Eksklusif
a.       Pengertian
ASI adalah suatu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormone, unsur kekebalan faktor pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi (hubertin).
ASI atau air susu ibu adalah  makanan/minuman tunggal terbaik bagi bayi yang mencukupi kebutuhan nutrisinya, terutama enam bulan pertama. Maka tidak mengherankan kalau ASI sangat penting bagi bayi terlebih bila diberikan secara eksklusif.
ASI Eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja selama 6 bulan, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Setelah 6 bulan baru mulai diberikan makanan pendamping ASI (MPASI). ASI dapat diberikan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih (Ambarwati, 2008).
Pola adalah bentuk atau model (lebih abstrak, suatu set peraturan) yang bisa dipakai untuk membuat untuk menghasilkan suatu atau bagian dari sesuatu (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Pola Pemberian ASI Eksklusif  adalah Model kebiasaan ibu menyusui dalam pemberian ASI meliputi teknik atau cara menyusui, pemberian ASI lama dan frekuensi menyusui (Depkes RI, 2000).
 Green cit Notoadmojo (2003) menyatakan  bahwa pola dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Faktor utama yaitu faktor-faktor predisposisi, pemungkin dan penguat. Faktor-faktor predisposisi mencakup pengetahuan dan pola masyarakat terhadap kesehatan, tradisi, kepercayaan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.
Ada beberapa faktor yang membentuk pola yaitu faktor interen dan faktor ekstern. Faktor intern meliputi persepsi, minat, motivasi sedangkan faktor ekstern meliputi objek, orang, kelompok (Notoadmojo, 2003).
Sadilih cit Notoadmojo (2003) mengatakan bahwa hubungan individu dengan lingkungan sosial akan mempengaruhi terbentuknya suatu pola.

b.      Komposisi ASI
1)      Protein di dalam ASI
ASI mengandung protein lebih rendah dari Air Susu Sapi (ASS), tetapi protein ASI ini mempunyai nilai nutrisi yang tinggi (lebih mudah dicerna). Salah satunya ASI mengandung asam amino esensiil taurin yang tinggi, yang penting untuk pertumbuhan retina dan konjugasi bilirubin.


2)      Karbohidrat dalam ASI
Karbohidrat yang utama terdapat di dalam ASI adalah laktosa. Kadar laktosa yang tinggi ini sangat menguntungkan karena laktosa ini oleh fermentasi akan diubah menjadi asam laktat. Adanya asam laktat ini memberikan suasana asam di dalam usus bayi sehinggga dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang patologis.
3)      Lemak dalam ASI
Kadar lemak dalam ASI dan ASS relative sama, merupakan sumber kalori yang utama bagi bayi, dan sumber vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K) dan sumber asam lemak yang esensiil. Salah satu keistimewaan lemak dalam ASI jika dibandingkan dengan ASS adalah asam lemak rantai panjang (arachidonic dan docadexaenoic) yang berperan dalam perkembangan otak.
4)      Mineral dalam ASI
ASI mengandung mineral yang lengkap. Walaupun kadarnya relative rendah tetapi cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan.
5)      Air dalam ASI
Kira-kira 88 % dari ASI terdiri dari air. Air ini berguna untuk melarutkan zat- zat yang terdapat di dalamnya. ASI merupakan sumber air yang secara metabolic adalah aman. Air yang relative tinggi dalam ASI ini akan meredakan rangsangan haus dari bayi.


6)      Vitamin dalam ASI
Vitamin dalam ASI dapat dikatakan lengkap, terdiri dari vitamin A, D dan C cukup, sedangkan golongan vitamin B, kecuali riboflavin dan asam pantothenik yang jumlahnya kurang.
7)      Kalori dalam ASI
Kalori ASI relative rendah, hanya 77 kalori/ 100 ml ASI. Sembilan puluh persen berasal dari karbohidrat dan lemak, sedangkan 10 % berasal dari protein.
c.       Manfaat ASI
1)      Manfaat ASI bagi bayi
a)      Dapat membantu memulai kehidupannya dengan baik
b)      Mengandung antibodi
c)      Mengurangi kejadian caries dentis
d)     Memberi rasa nyaman dan aman pada bayi dan adanya ikatan antara ibu dan bayi
e)      ASI meningkatkan kecerdasan bagi bayi
2)      Manfaat ASI bagi Ibu
a)      Aspek kontrasepsi
b)      Aspek kesehatan ibu dan mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan.
c)      Aspek penurunan berat badan
d)     Aspek psikologis

3)      Manfaat ASI bagi keluarga
a)      Aspek ekonomi
b)      Aspek psikologis
c)      Aspek kemudahan
4)      Manfaat ASI bagi Negara
a)      Menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi
b)      Menghemat devisa Negara
c)      Mengurangi subsidi untuk rumah sakit
d)     Peningkatan kualitas generasi penerus.
d.      Tanda bayi cukup ASI
1)      Jumlah buang air kecilnya dalam satu hari paling sedikit 6 kali
2)      Warna seni biasanya tidak berwarna kuning pucat
3)      Bayi sering BAB berwarna kekuningan berbiji
4)      Bayi kelihatannya puas, sewaktu-waktu merasa lapar bangun dan tidur dengan cukup
5)      Bayi paling sedikit menyusu 10 kali dalam 24 jam
6)      Payudara ibu terasa lembut setiap kali selesai menyusui
7)      Ibu dapat merasakan rasa geli karena aliran ASI setiap kali bayi mulai menyusu
8)      Ibu dapat mendengar suara menelan yang pelan ketika bayi menelan ASI
9)      Bayi bertambah berat

e.       Langkah-langkah menyusui yang benar
1)        Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan aerola disekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
2)        Bayi diletakkan menghadap perut ibu/ payudara
a)   Ibu duduk atau berbaring santai. Bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi.
b)   Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala bayi tidak boleh tertengadah dan bokong bayi ditahan dengan tangan ibu.
c)   Satu tangan bayi diletakkan dibelakang ibu, dan yang satu di depan.
d)  Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara.
e)   Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
f)     Ibu menatap bayi dengan rasa kasih sayang
g)   Ibu duduk atau berbaring santai. Bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi.
h)   Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala bayi tidak boleh tertengadah dan bokong bayi ditahan dengan tangan ibu.
i)     Satu tangan bayi diletakkan dibelakang ibu, dan yang satu di depan.
j)      Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap payudara.
k)    Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.
l)      Ibu menatap bayi dengan rasa kasih sayang.
3)        Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau aerola saja.
4)        Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting reflek) dengan cara:
a)                       Menyentuh pipi dengan puting susu atau,
b)                      Menyentuh sisi mulut bayi
5)        Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi diletakkan ke payudara ibu dengan putting susu serta aerola dimasukan ke mulut bayi:
a)    Usahakan sebagian besar aerola dapat masuk ke dalam mulut bayi, sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak dibawah aerola.
b)   Setelah bayi mulai menghisap, payudara tidak perlu dipegang atau disangga lagi.

f.       Teknik menyusui yang benar
Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu.
Setelah menyusu pada satu payudara sampai terasa kosong, sebaiknya ganti menyusui pada payudara yang lain.
 Cara melepas isapan bayi:
1)      Jari kelingking ibu dimasukan kemulut bayi melalui sudut mulut atau,
2)      Dagu bayi ditekan dibawah
g.      Lama dan frekuensi menyusui
Sebaiknya bayi disusui secara nir-jadwal (on demond), karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusui bayinya bila bayi menangis bukan karena sebab lain (kencing, kepanasan, dingin, atau sekedar ingin didekap) atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Pada awalnya bayi akan menyusu dengan jadwal yang tidak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 2 minggu kemudian.
Menyusu dengan dijadwalkan akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi sengat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan menyusui nir-jadwal, sesuai kebutuhan bayi, akan mencegah timbulnya masalah menyusui bayi. Ibu yang bekerja di luar rumah dianjurkan agar lebih sering menyusui pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan memacu produksi ASI.
h.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pola ASI eksklusif
1)    Tingkat Pengetahuan
     Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu : penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002). Pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman ibu sendiri atau orang lain (Notoadmodjo, 2005). Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan ibu dalam pola pemberian ASI eksklusif.
2)    Sosial ekonomi
     Tingkat kemampuan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi akan menambah tingkat pengetahuan. Pengetahuan juga dapat diperoleh melalui kenyataan (fakta) dengan melihat dan mendengar sendiri serta melalui alat-alat komunikasi misalnya dengan membaca surat kabar, mendengar radio, melihat film atau televisi dan lain sebagainya.
3)    Pendidikan
     Sesuatu yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah (Tim penyusun kamus pembinaan dan pengembangan bahasa, 2005). Bekerja pada ibu-ibu akan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarganya termasuk aktifitasnya sehari-hari khususnya dalam pola pemberian ASI eksklusif karena dengan ibu bekerja maka pola pemberian ASI eksklusif akan berkurang.
4)    Pekerjaan
     Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin menerima informasi sehingga semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai-nilai baru (Nursalam, 2000). Dari pernyataan tersebut maka ibu yang mempunyai bayi dengan latar belakang pendidikan yang tinggi akan lebih mudah memperoleh dan mengingat informasi yang diberikan tentang inisiasi menyusu dini dan pola pemberian ASI eksklusif.
i.        Tingkat pengetahuan Ibu tentang inisiasi menyusu dini
Tingkat pengetahuan ibu tentang inisiasi menyusu dini adalah kemampuan seseorang untuk mengingat, menjelaskan, menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi yang sebenarnya, mampu untuk menyebarkan materi, meletakkan dan melakukan justifikasi atau penelitian terhadap suatu materi atau obyek mengenai proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan dan bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri dan bayi dibiarkan kontak kulit antara bayi dan kulit ibunya setidaknya selama satu jam segera setelah lahir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar