Rabu, 05 Juni 2013

LAKTASI OR MENYUSUI


a.       Menyusui
1)      Pengertian
Menyusui atau Laktasi adalah keseluruhan menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi mengisap dan menelan ASI. Laktasi merupakan bagian integral dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusia. Masa laktasi mempunyai tujuan meningkatakan pemberian Asi ekslusif dan meneruskan pemberian ASI sampai anak umur 2 tahun secara baik dan benar serta anak mendapatkan kekebalan tubuh secara alami.(Ambarwati,E.R dan Diah W)
2)      Fisiologi Menyusui (Laktasi)
Selama kehamilan, hormon prolaktin dan placenta meningkat tetapi ASI biasanya belum keluar karena masih oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca persalinan, kadar estrogen dan progesteron turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominan dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Dengan menyusui lebih dini terjadi perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin oleh hopofisis, sehingga sekresi ASI semakin lancar. Dua refleks pada ibu yang sangat penting dalam proses laktasi (menyusui) yaitu refleks prolaktin dan refleks aliran timbul akibat perangsangan puting susu oleh hisapan bayi.
a)      Reflek prolaktin
Sewaktu bayi menyusu, ujung saraf peraba terdapat pada puting susu terangsang. Rangsangan tersebut oleh serabut affrent dibawah kebawah hipotalamas di dasar otak, lalu memacu hipofise anterior untuk mengeluarkan hormon prolaktin kedalam darah. Melalui sirkulasi prolaktin memacu sel kelenjar (alveoli) untuk memproduksi air susu. Jumlah prolaktin yang disekresi dan jumlah susu yang diproduksi berkaitan dengan stimulus isapan, yaitu frekuensi, intensitas, dan lamanya bayi mengisap.
b)      Reflek Aliran (Let Down Refleks)
Rangsangan yang ditimbulkan oleh bayi saat menyusu selain mempengruhi hipofise anterior mengeluarkan hormon prolaktin juga mempengaruhi hipofise posterior mengeluarka hormon oksitosin. Dimana setelah oksitosin dilepas kedalam darah akan memacu otot-otot polos yang mengelilingi alveoli dan duktus berkontraksi sehingga memeras air susu dari alveoli,duktus, dan sinus menuju puting susu.
Reflek let-downdapat dirasakan sebagai sensasi kesemutan atau dapat juga ibu merasakan sensasi apapun. Tanda-tanda lain dari let-down adalah tetesan pada payudara lain yang sedang dihisap ole bayi .Refleks ini dipengaruhi oleh kejiwaan ibu.
b.      Praktek membersihkan payudara
Praktek Membersihkan payudara pada ibu Nifas merupakan kelanjutan perawatan payudara semasa hamil, yang mempunyai tujuan sebagai berikut :
1)      Menjaga kebersihan payudara sehingga terhindar dari infeksi
2)      Mengenyalkan puting susu, supaya tidak mudah lecet
3)      Menonjolkan puting susu
4)      Menjaga bentuk buah dada tetap bagus
5)      Mencegah terjadinya penyumbatan
6)      Memperbanyak produksi ASI
7)      Mengetahui adanya kelainan.
Persiapan alat untuk membersihkan payudara menurut Hanidah. 2009 yaitu :
a)      Air hangat
b)      Kapas
c)      Handuk bersih dan kering
Cara membersihkan payudara yaitu :
a)      Sebelum membersihkan payudara ibu nifas harus mencuci tangan terlebih dahulu
b)      Bersihkan secara rutin daerah seputar puting susu dengan kapas yang dibasahi air hangat.
c)      Jika ingin menggunakan minyak kelapa, gunakan cukup satu minggu sekali.
d)     Gunakan kapas untuk membersihkan kotoran di puting.
e)      Keringkan payudara dengan menggunakan handuk bersih dan kering
f)       Setelah membersihkan payudara jangan lupa mencuci tangan
g)      Jangan bersihkan dengan menggunakan sabun karena justru akan membuat puting semakin kering.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar